Wednesday, December 12, 2007

F1 Milisers

Empat tahun akhir akhir ini saya banyak kenal dengan orang baru, teman -teman milis F1 dan teman-teman dari friendster atau Yahoo Messenger. Khususnya teman-teman dari milis F1 yang membuat pikiran dan hati terus menyala karena dari mereka kita banyak belajar. Tidak cuma belajar tentang F1 itu sendiri dari segi teknik, regulasi dan politiknya, juga dari segi kemanusiaan, dari segi pembelajaran hati.Ya, memang benar, mereka membuat saya bisa merasakan hal-hal yang senang, sedih, juga kesal. Dan dari situ kita bisa belajar menyikapi keadaan itu dan menyikapi mereka.Disana kita mengenal banyak karakter orang, yang memiliki kesenangan masing-masing, walaupun tidak sedikit yang menyenangi akan F1 itu sendiri, tapi mereka sangat antusias membela team dan/atau pembalap favoritnya. Ada sebelas team dan 22 pembalap saat ini di F1, walaupun tidak semua team/pembalap tersebut mereka jadikan favorit, namun cukup membuat keragaman kesukaan mereka membuat ramai perbincangan di milis F1 tersebut.Keragaman dari sifat mereka membuat kita menyadari berapa besar tingkat kebijaksanaan kita menerima sikap mereka akan hal-hal yang mereka suka atau mereka benci. Misalkan saja, antara penggemar team Ferrari dan Mclaren yang sangat mencolok, banyak dari mereka sangat antusias membela team kesukaannya hingga kadang terasa terlalu berlebih karena bisa juga membuat mereka saling benci akan team tersebut karena sebenernya juga kebencian itu timbul dari kata-kata yang dikeluarkan dari fans tersebut.Saya termasuk yang pernah merasakan kejadian itu, memang sebenarnya saya bukan penyuka Team Ferrari atau Mclaren, tapi saya pernah merasa tidak suka akan team tersebut karena sikap fans mereka. Ya, sebagai penggemar F1 yang baru memulai, saya sangat bingung melihat sikap tersebut, kenapa mereka saling mencaci maki pembalap/team lain. Dari situ saya mengenal karakter mereka, khususnya fans Ferrari dan Mclaren. Dan saya merasa belum ingin berada di dalamnya sampai saat ini di tahun ke empat. Teman-teman dekat saya di F1 mania ini sebagian besar adalah fans dari dua team tersebut, namun saya tetap menjalin hubungan dengan mereka, walau kadang sering kata-kata mereka membuat kesebalan itu bertambah.Saya bisa ambil pembelajaran dari karakter mereka, kadang saya bisa berbicara dengan fans mclaren dengan segala antusiasnya membicarakan team lain, juga sebaliknya juga dengan fans kuat team Ferrari. Saya sangat menikmati juga menyelami perbincangan mereka, saya mencoba menghargai dan mengerti kesukaan mereka, walaupun kadang dengan rasa aneh, ya mereka sering terasa berlebihan. Namun saya sangat mengerti sekali pada mereka, karena pasti juga saya pernah membela pendapat saya seperti itu.Sebenernya saya sangat meyukai kesederhanaan, mungkin awal saya menyukai pembalap favorit saya di awal saya menyukai F1 di tahun 2003, dan baru-baru ini di tahun yang ke- 5 saya memiliki juga team favorit, yaitu BMW Sauber, saya menyukai karena tidak controversial seperti team-team besar lainnya, dan yang pasti saya sangat menyukai pembalap-pembalap muda yang menghargai sikap usaha memajukan team papan bawah mereka. Good Job!Banyak yang saya suka dari F1, saya tidak hanya menyukai kebesaran yang ada di F1 namun saya sangat senang dengan segala pencapaian seberapa pun itu. Saya tidak hanya memiliki satu pembalap favorit juga team, walaupun saya menyukai Fernando Alonso dan BMW Sauber.Akhir-akhir ini saya belajar banyak, saya banyak melihat orang-orang termasuk juga dengan saya memiliki rasa senang dan benci. Sikap itu awalnya datang dari kejadian yang terjadi atau yang dilakukan si Pembalap, Team atau perlakuan politik dan bisnis di F1, namun karena perbincangan antara yang pro dan kontra memiliki pendapat dan segi pandang yang berbeda, menjadikan milis ini begitu ramai. Kadang perlakuan pro dan kontra memang membuat saya sedih, dan setelah disadari bahwa mereka memang memiliki pendapat yang berbeda dan kita tidak mungkin menghindari batasan pendapat tersebut. Justru sering kali juga pendapat mereka yang pro dan kontra membuat saya tertawa.Tahun depan saya memiliki keinginan, walaupun saya sangat ingin melihat keberhasilan dari Fernando Alonso dan BMW Sauber. Namun saya ingin sekali memiliki sikap netral saya akan pembalap/ team-team lain di F1. Saya memang sudah merasa menyukai team-team/pembalap-pembalap papan bawah, namun sekarang rasanya sulit, karena saya masih memiliki rasa tidak suka pada seseorang pembalap/satu team lain. Tapi pastinya segala sesuatu harus dijadikan pembelajaran. Belajar bersabar, bijaksana bersikap, balance dan netral menyikapi segala pembicaraan dimana saja.Saya sangat ingin menyukai F1 tidak hanya kita menyukai dan membela akan team/pembalap tersebut, namun lebih kepada menyukai F1 itu sendiri, pembelajaran akan kesabaran, menerima secara bijaksana akan sikap mereka membuat saya merasa memiliki ilmu lain, bukan ilmu tentang F1 itu sendiri namun bagaimana kita menyikapi sikap dan sifat teman-teman kita yang berbeda kesukaan, jangan sampai perbedaan itu membuat kita saling benci pada kesukaan mereka.

The Other side of F1' knowledge,Ditulis 29 Oktober 2007

1 comment:

Anonymous said...

very good post, Feb.

Jadi bahan intropeksi bagi aku yang fans berat Ferrari dan Michael Schumacher...